Bagikan :

[Oleh: Redaksi]

7 Fakta Gerhana Matahari Saat Ramadhan, Nomor 3 Wajib Anda Tahu

Gerhana Matahari

Gerhana matahari total yang melintasi Indonesia 11 Juni 1983, terjadi tepat sebelum awal Ramadhan, 12 Juni 1983. Sayangnya, rakyat Indonesia saat itu tidak bisa menyaksikan fenomena langka tersebut, seperti dilansir detik.com (21/01/2016).

 

Imbauan pemerintah saat Gerhana Matahari Total Juni 1983.

Mengapa gerhana matahari total tersebut terjadi pada awal Ramadhan? Apakah akan mengganggu puasa?

Sebagaimana dikutip dalam buku Bertanya Kepada Alam:Aku jadi Tahu (2018), inilah fakta fenomena alam gerhana matahari:

 

1. Bumi mengitari matahari dan bulan mengitari bumi.

Akibatnya, bulan kadang-kadang berada di antara matahari dan bumi. Pada saat lain, bumi yang berada di antara matahari dan bulan.

 

 

2. Suatu waktu, bulan berada tepat segaris di antara matahari dan bumi.

Gerhana matahari semesta

Dalam keadaan demikian, bulan akan menghalangi cahaya matahari yang menyoroti beberapa daerah  di permukaan bumi. Ini menyebabkan terjadinya gerhana matahari.

 

 

3. Tidak semua wilayah di bumi bisa mengamati gerhana tersebut.

Gerhana Indonesia

Gerhana matahari tampak di bumi sesuai garis edar matahari saat itu. Sehingga, gerhana hanya dapat diamati di tempat-tempat yang terlewati matahari.

 

 

4. Posisi bulan di antara matahari dan bumi menentukan awal bulan Hijriah.

Gerhana

Penentuan awal bulan Hijriah berdasarkan kedudukan bulan di antara matahari dan bumi. Ini menyebabkan gerhana matahari hanya terjadi tepat sebelum awal bulan Hijriah.

 

 

5. Gerhana matahari total adalah fenomena yang luar biasa.

Gerhana

Mitos gerhana di kalangan masyarakat Tionghoa, Jawa dan Bali. Sumber: islamindonesia.id

Saat bulan ada di antara matahari dan bumi, belum tentu ketiganya segaris. Sementara, saat terjadi gerhana, posisi bulan tepat di antara bumi dan matahari. Jadi, fenomena gerhana bukanlah peristiwa penuh marabahaya. Bukan pula karena matahari dimakan raksasa.

 

 

6. Pada saat gerhana total, justru paling bagus melihat langsung, tanpa kacamata, tak perlu pakai filter.

Gerhana Kacamata

Gerhana matahari total 9 Maret 2016 di Sail Tomini, Parigi. Tampak juga planet Merkurius (titik redup ditunjuk tanda panah merah) dan planet Venus (titik terang ditunjuk tanda panah merah). (Foto: TD)

Itu menurut Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, dalam wawancaranya dengan Liputan6.com. Ditambahkannya, saat gerhana sebagian, secara refleks mata sudah merasa silau. “Maka jangan dipaksakan atau berlomba melihat matahari secara langsung. Itu sangat berbahaya.Penulis sejumlah karya tulis tentang astronomi ini melanjutkan, “Asal berhati-hati. Yang paling riskan adalah peralihan fase total ke fase sebagian, saat bulan mulai bergeser, cahaya matahari yang walau baru muncul sedikit sudah sangat kuat. Padahal, pupil mata kita sedang membesar,”jelasnya. Hal itu bisa merusak retina.

 

 

7. Segeralah melakukan shalat gerhana.

Shalat Gerhana

Seusai jadi khatib saat shalat gerhana, Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin bersiap mengabadikan gerhana dengan kamera DSLR biasa. (Foto Humas LAPAN)

 

“Sesungguhnya, matahari dan bulan itu adalah dua macam tanda di antara sekian banyak tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka, jika terjadi gerhana, segeralah melakukan shalat gerhana.” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Nah, jadi, bagaimana dengan puasa kita saat terjadi gerhana di awal bulan Ramadhan? Tak masalah, bukan?

 

1,130 kali dilihat, 60 kali dilihat hari ini