Banyak yang menganggap gangguan obsesif kompulsif , atau sering disebut OCD, selalu berkaitan dengan kebersihan atau kerapian. Padahal gangguan ini adalah gangguan yang berakar di pikiran pengidapnya, bukan hanya tentang apa yang bisa dilihat. Lebih parah, banyak orang menjadikan kata OCD sebagai bercanda belaka.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), OCD adalah satu dari 20 teratas penyebab penyakit terkait ketidakmampuan secara mental di dunia. Biasanya menyerang orang dalam rentang usia 15 sampai 44 tahun.

Berikut beberapa hal yang jarang dimengerti oleh orang awam tentang OCD.

1. OCD adalah gangguan kecemasan mental yang mengganggu pikiran dan menghasilkan gambaran atau pikiran berulang tentang berbagai hal yang berbeda, seperti takut kuman, kotoran, atau penyusup; tindak kekerasan; menyakiti orang yang dicintai; tindakan seksual; atau terlalu rapi.

2. Gejala OCD terbagi antara obsesi

pikiran yang berulang dan terus-menerus, dorongan, atau impuls, dan kompulsi: perilaku berulang atau tindakan mental yang dirasakan individu didorong untuk bekerja sebagai respons terhadap obsesi.

3.OCD adalah gangguan yang serius

Kebanyakan publik mengetahui OCD bukanlah penyakit yang serius. Bahkan sering dijadikan bercandaan  dan menjadikan penderitanya OCD tidak dimengerti ketika serangan itu datang.

4.OCD bukan hanya tentang gila kebersihan

Salah paham yang sering terjadi adalah ketika OCD dianggap hanya tentang membersihkan sesuatu. Ada juga pengidap OCD yang sama sekali tidak tertarik dengan membersihkan sesuatu.

5.Gak semua orang pengidap OCD terorganisir

Faktanya, beberapa pengidap OCD menderita pemikiran dari total atau tidak sama sekali yang dapat mengacaukan organisir.

6.OCD tidak bisa dengan mudah diatasi dengan kemauan dalam diri

banyak yang mengira para pengidap OCD dapat mengendalikan kondisi mereka. Orang biasa berpikir kalau OCD hanyalah rentetan dari kebiasaan yang bisa kamu hentikan. Tapi  mereka tidak mengerti betapa ritual ini dapat mengganggu setiap aspek dalam hidupnya dan betapa sulit menghentikannya.

7.Memiliki OCD bukan berarti rewel

Ada perbedaan besar antara menyukai kerapian dan memiliki OCD. Seseorang yang tidak mengidap OCD mungkin tidak suka kamarnya berantakan atau tangan mereka kotor, tapi mereka bisa melewatinya begitu saja. Sementara bagi yang memang mengidap OCD, hal tersebut dapat terasa bagai akhir dunia. Dan mereka tidak dapat melanjutkan hidup kecuali mereka ‘membetulkan’ apapun yang menyebabkan stres parah tersebut.

Itulah beberapa fakta yang tidak banyak diketahui orang awam tentang gangguan obsesif-kompulsif. Kita tidak bisa menyamaratakan perilaku OCD karena setiap pengidapnya mungkin memiliki perilaku OCD yang berbeda-beda.

Kisah dari penderita OCD juga bisa Anda baca di Buku Turtles All The Way Down

[Oleh : Rini]

6,240 kali dilihat, 172 kali dilihat hari ini

Bagikan :