“Al-Quran diturunkan untuk manusia berakal dan menyeru kepada pembacanya
untuk berpikir. Tafsir ini unik, mungkin satu-satunya di dunia. Penulisnya adalah seorang Muslim mualaf Eropa yang bertahun-tahun tinggal bersama suku-suku Badui Arab untuk mempelajari bahasa Arab yang dianggap paling murni dan mendekati bahasa ketika Al-Quran diturunkan. Dengan demikian, terciptalah suatu tafsir yang memadukan pemikiran modern yang kritis dan rasional, dengan kecermatan menjaga kesahihan pemaknaan Al-Quran berdasarkan pemahaman
bahasa Arab yang mendalam.”

K.H. Miftah Faridl, cendekiawan Muslim


“… Leopold Weiss, seorang wartawan dan pengarang ternama dari Austria; dahulunya dia beragama Yahudi, lalu masuk Islam. Pengetahuannya tentang Islam, pandangan hidup, dan keyakinannya dia tulis dalam berbagai buku … (yang sebagiannya diterjemahkan ke dalam) … bahasa Arab, untuk diketahui oleh orang-orang Islam sendiri di negeri Arab, yang telah Islam sejak turun-temurun. Bahkan, pada waktu dia menyatakan pendapatnya tentang dajal di dalam suatu majelis yang dihadiri oleh Mufti Besar Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Abdullah bin Bulaihid, maka beliau ini telah menyatakan kagumnya dan mengakui kebenarannya.
Namanya setelah Islam ialah Muhammad Asad.”

Buya HAMKA, mufasir-sastrawan terkemuka,
Ketua MUI Pertama: dalam Tafsir Al-Azhar, Juz 1, Surah Al-Baqarah [2]: 62


“Muhammad Asad adalah salah satu dari mufasir kontemporer yang mampu menghubungkan alam pikiran klasik dalam peradaban Islam
dengan suasana kekinian yang sarat tantangan.”

—Buya Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah


“Dengan interpretasi rasional yang dipengaruhi Muhammad ‘Abduh, jadilah The Message of the Quran ini tidak saja sebagai translation and explanation (terjemahan dan penjelasan), tetapi sebuah tafsir menawan, rasional, dan ‘berani’, dengan pilihan kata yang akurat, yang disandarkan pada referensi-referensi otoritatif, plus informasi-informasi luar yang mungkin tidak ditemukan dalam tafsir-tafsir Al-Quran lainnya.”

Prof. Dr. Afif Muhammad, guru besar Tafsir-Hadis UIN Bandung


“Muhammad Asad adalah cendekiawan Muslim-Eropa paling berpengaruh pada abad ke-20. Dia berkontribusi penting dalam semua bidang ilmu keislaman; Al-Quran, Sunnah, yurisprudensi, teori sosial, dan sejarah. The Message of the Quran karyanya, tidak diragukan lagi, merupakan terjemahan Al-Quran yang paling berhasil pada zaman kita ini.”

Murad Wilfried Hofmann, Diplomat Republik Federal Jerman,
penerima penghargaan Islamic Personality of the Year (2009)
dari Dubai International Holy Quran Award


 The Message of the Quran, sebuah tafsir Al-Quran yang baik dan menarik. Muhammad Asad asal Austria ini sudah mempelajari juga bahasa Arab pedalaman … dan banyak mengacu kepada Muhammad ‘Abduh, Al-Zamakhsyarî, dan Al-Râzî, ketiganya termasuk mufasir yang rasional. Diharapkan, tafsir ini dapat memberi warna tersendiri dalam memperkaya pengertian kita tentang Al-Quran dan tafsirnya.”

Ali Audah, ulama-cendekiawan, penerjemah Sejarah Hidup Muhammad
karya Muhammad Husain Haekal


“Asad mengerjakan The Message of the Quran dengan tekad menangkap seteliti mungkin diksi, denotasi, alusi, konotasi, dan pelbagai nuansa bahasa Al-Quran agar dia dapat memberikan terjemahan/tafsir terbaik dari kitab suci ini ke dalam bahasa Inggris. Umat Islam Indonesia patut menghaturkan penghargaan setinggi-tingginya kepada Penerbit Mizan atas upayanya menampilkan karya utama ini dalam bahasa Indonesia.”

Mochtar Pabottingi, peneliti LIPI


“Baru ketika kutemukan terjemahan Al-Quran yang lebih baik, terutama karya Muhammad Asad dan Maududi, aku merasakan getaran gairah kegembiraan: sebab, akhirnya kusadari ada kehadiran Ilahi di sini, yang bukan sekadar menyampaikan pesan bagi orang lain, melainkan Tuhan yang benar-benar berbicara kepadaku. Al-Quran adalah teks yang menuntut kajian yang terus-menerus—ia memiliki makna-permukaan dan makna yang lebih dalam, dan isyarat-isyarat yang hanya bisa ditangkap oleh orang-orang yang berwawasan istimewa. Orang bisa mengkajinya sepanjang hayat,
dan tetap saja menemukan sesuatu yang baru setiap hari.”

Ruqayyah Waris Maqsood (Rosalyn Rushbrook),
mualaf, cendekiawan, dan penulis buku-buku Islam asal Inggris


“Tafsir Muhammad Asad sebagian besarnya didasarkan atas tafsir-tafsir agung yang ditulis oleh sejumlah ulama Muslim paling bijak sepanjang berabad-abad silam. Kitab-kitab tafsir ini tidak bisa diakses oleh orang yang tidak mengerti bahasa Arab,
dan bahkan orang-orang yang berbahasa Arab sendiri menemukan kesulitan dalam memahaminya, namun tafsir-tafsir itu amat mendasar untuk dapat memahami teks Al-Quran dengan baik …. Sejauh ini, tidak ada orang yang berhasil—atau mendekati berhasil—dalam menyampaikan makna Al-Quran kepada pembaca yang tidak memiliki akses terhadap teks Arabnya, yakni tidak memiliki akses kepada Al-Quran itu sendiri, atau kepada kitab-kitab tafsir klasik. Jika seseorang mesti mencari istilah untuk mendefinisikan kelebihan utama karya ini, kita dapat berkata bahwa The Message of the Quran menggabungkan pengertian yang baik dengan presisi yang amat saksama. Tidak ada panduan memahami Al-Quran dalam bahasa Inggris yang lebih berguna [daripada karya ini].”

Charles Hasan Le Gai Eaton, tokoh Muslim Inggris, Masjid London (dalam Prolog The Message of the Quran edisi bahasa Inggris terbaru)


“Bahasa Arab Al-Quran yang menggunakan gaya bahasa eliptis (sering disebut îjâz oleh filolog Arab) terus dipertahankan dan dipahami dengan sangat tepat oleh orang-orang Badui di Semenanjung Arabia, baik pada masa Nabi Muhammad maupun pada abad-abad berikutnya. Bahkan, orang-orang Islam Arab yang lahir di luar tradisi Badui itu mengalami kesulitan dengan banyak ayat di dalam kitab suci mereka. Rintangan-rintangan yang ditemui ketika berusaha menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa asing lebih besar lagi. Tafsir yang dibuat Muhammad Asad mengandung kemajuan penting dalam mengatasi beberapa masalah ini.”

Jeffrey Lang, Profesor Matematika di Universitas Kansas, Lawrence, AS; mualaf dan tokoh Muslim terkemuka Amerika (dalam bukunya, Struggling to Surrender, Berjuang untuk Berserah: Pergulatan sang Profesor Menemukan Iman, Serambi, h. 68)


“Muhammad Asad, salah seorang pemikir Islam teragung yang pernah hidup, akan tetapi hampir tidak dikenali di Barat dan suatu misteri bagi kebanyakan orang Islam sendiri. Tetapi, kepada mereka yang mengikuti kehidupannya melalui buku-buku
dan penulisannya, pasti mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang lebih banyak memberi sumbangan di dalam zaman ini terhadap kepahaman Islam dan kebangkitan umat Islam, atau bekerja lebih keras untuk membina jembatan di antara Timur
dan Barat, melebihi daripada Muhammad Asad.”

Dr. Farouk Musa, Monash University, dalam Rationalism: Understanding Symbolism and Allegory in the Quran Through the Lens of Muhammad Asad,
“Seminar on Al-Quran” bertempat di Universiti Darul Iman pada 19 Agustus 2008


The Message of the Quran karya Muhammad Asad dan The Holy Koran: Translation and Commentary karya Abdullah Yusuf Ali ibarat Yin dan Yang: tidak terpisahkan.”

M. Kamal Hassan, mantan Rektor Islamic International University Malaysia


“Tak diragukan lagi, (The Message of the Quran karya Muhammad Asad ini adalah) terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris dengan komentar
yang sangat informatif dan mencerahkan.”

Ziauddin Sardar, penulis buku-buku pemikiran Islam, teknologi, sains, dan ilmu informasi. Tinggal di London (dalam Muhammad for Beginners,
Icon Books Ltd., Cambridge, 1994)


 The Message of the Quran karya Muhammad Asad, yang dipersembahkan
untuk ‘orang-orang yang berpikir’, merupakan alat bantu yang tiada tandingan
untuk memahami Kitab Suci Islam dan dengan sendirinya memberikan
pendidikan iman yang lengkap.”

The Book Foundation, lembaga pendidikan dan dakwah Islam di Inggris


The Message of the Quran karya Asad tetap merupakan salah satu terjemahan
Al-Quran terbaik yang ada, baik dari segi bahasa Inggrisnya yang bisa dipahami
dan catatan-catatan tafsirnya yang amat teliti dan informatif.”

Khaleel Mohammed, asisten profesor di Department of Religious Studies,
San Diego State University (dalam artikelnya: “Assessing English Translations of the Qur’an”, http://www.meforum.org/717/assessing-english-translations-of-the-quran)

1,603 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Bagikan :