Bagikan :

 

[Oleh: Asri Rahayu MS]

 

And the blurb..

Bukankah kehilangan itu menyakitkan?

Pantaskah kita bersedih atas kehilangan sesuatu yang bukan milik kita?

Karena sejatinya, diri kita pun bukan milik kita. lantas apa artinya memiliki?

Alfanin merasa bimbang. Ayahnya baru saja menerima pinangan dari seorang pemuda untuk menikah dengannya- tanpa izin dan sepengetahuannya. Siapakah pria itu? Alfanin sendiri pun belum mengenalnya sama sekali.

Jika di awal dia dituntut menerima pilihan yang tidak dia inginkan, sekarang dia diminta memilih pilihan yang membuatnya bingung setengah mati. Menolongnya atau tidak sama dengan menikahinya atau tidak. Sekarang semua berada di tangannya.

Hati kecilnya tersentuh untuk menolongnya, tapi haruskah dia menikah dengan pria pilihan ayahnya, yang ternyata bukan orang yang baik? Yang tidak mencintai dan dia cintai? Haruskah Alfanin menghapus seluruh perasaannya kepada Arham, pria yang selama ini dia sukai?

Ini bukan masalah cinta. Tapi Komitmen.

Sanggupkah Alfanin menjalani semua ini?

 

Here we go..

The Dearest ini menceritakan kisah Alfanin dan Alfi Kamali Rafanda. Alfanin adalah seorang guru. Pendidikannya baik, agamanya pun baik serta kesehariannya pun baik. Berbeda dengan Alfi yang berparas rupawan, mapan namun memiliki tabiat yang teramat buruk, yaitu gemar bermain wanita serta mabuk-mabukkan. Alfi memiliki prinsip jika hidup harus dinikmati.

Sifat dan sikap keduanya pun amat berbeda jauh, dan sulit untuk dipersatukan. Bagaikan langit dan bumi kalau bahasa gaulnya. Hingga kemudian Alfanin mendengar kabar jika Ayahnya menerima pinangan dari seorang lelaki yang Alfanin tak mengetahui siapa lelaki tersebut, identitasnya siapa, dari mana, apa pekerjaannya, benar-benar buta informasi. Yang Alfanin bingungkan, kenapa Ayahnya menerima pinangan tersebut tanpa mendiskusikannya dengan Alfanin.

Alfanin berpikir jika lelaki yang melamarnya adalah lelaki yang disukainya karena mungkin memang ingin merahasiakan identitasnya. Namun, ternyata lelaki yang melamarnya adalah lelaki lain yang tak diketahuinya. Alfanin sungguh kecewa dengan keputusan Ayahnya. Kenapa Ayahnya tak mengajaknya bicara, tak bertanya dulu kepadanya. Berbagai pertanyaan timbul dalam benak Alfanin. Hingga kemudian setelah meminta petunjuk dari Allah, Alfanin mengambil segala resiko yang mungkin akan timbul di kemudian hari. Begitu juga dengan Alfi yang akhirnya menerima segala permintaan Ayahnya. Alfanin berusaha membantu Alfi untuk bisa mengubah Alfi menjadi lebih baik karena masa lalulah yang membuat Alfi seperti sekarang ini.

Lalu bagaimanakah kehidupan mereka berdua selanjutnya? Akankah ada kabar bahagia di dalam hubungan mereka berdua?

Membaca cerita ini benar-benar berhasil membuatku keingat akan satu peristiwa di masa lalu dimana aku dihadapkan akan satu pilihan oleh kedua orang tuaku, dan membuatku sadar jika itu adalah pilihan yang nyata. Dan di cerita novel ini benar-benar menceritakan bagaimana perjuangan dari seorang Alfanin dan Alfi dalam menerima kenyataan, dihadapkan pada suatu pilihan hidup hingga bagaimana kesabaran mereka diuji habis-habisan. Benar-benar sukses membuat aku baper

Ide ceritanya sebenarnya sudah banyak dijumpai di cerita-cerita lain, tapi eksekusinya serta alurnya yang bikin aku suka. Serta konsekuensi, keputusan, segala ujian yang dihadapi. Konfliknya pun seru banget. Kayak semacam kita diajak naik ke puncak gunung kemudian diajak langsung terjun ke jurang kemudian naik lagi ke daratan. Di dalam cerita ini, selain kisah cinta, ada juga kisah tentang persahabatan, keluarga dengan masalah masing-masing. Novel ini banyak menuturkan mengenai hal religi namun tidak menggurui pembacanya. Salut dan bangga. Cerita ini layak menjadi buku. Sukaaaaa.

Chemistry yang terjalin antara Alfanin dan Alfi benar-benar bagus banget. Aku suka dengan chemistry mereka, dibuat slow namun pasti. Dibikin pembacanya itu seperti terlibat langsung dengan hubungan mereka berdua.

Banyak pelajaran yang bisa didapat dari novel ini. Banyak pesan moralnya juga. Sepertikesabaran, ikhlas, tak kenal menyerah, menerima, dan lain-lain. Kemudian tentang menerima dan memaafkan serta mengikhlaskan masa lalu itu lebih enak daripada memendamnya sampai membuat hati tak karuan.

Novel ini benar-benar komplit banget. Dijamin deh, saat kamu membaca novel ini, kamu akan langsung jatuh cinta. Jangan lupa, siapkan tissue, guling dan bantal yaa serta camilan. Karena kalau kamu gemes, bisa tu guling dan bantal digigit-gigit manja gitu. Ah iya, aku baca novel ini dirumah diiringi lagunya Surat Cinta Untuk Starla sama Sia – Helium.

Dan aku menunggu karya kamu selanjutnya yaa. Good luck for you, Tinny. Dan jangan lupa juga buat kamu yang ingin membaca novel ini, bisa didapatkan di toko buku terdekat yaa. Jangan sampai kamu kehabisan yaa.

Source: http://www.peekthebook.com/2017/07/the-dearest-tinny-najmi-blog-tour.html


Blog Tour ini merupakan kerjasama antara Penerbit Mizan dan komunitas blogger Peeky Book Tourian (@tourianpeekybook)


Judul : The Dearest

Penulis : Tinny Najmi

Imprint : Pastel Books

ISBN : 9786026127365

Mizanstore: http://www.mizanstore.com/product/detail/58235-the-dearest

Google Play Store: http://bit.ly/ebookthedearest

 

1,119 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *