Apakah Berteriak Dapat Meringankan Rasa Sakit?

Sadar atau tidak, kita sering berteriak saat kita merasakan sakit. Seringnya kita melakukan itu karena refleks. Tidak hanya anak kecil, bahkan orang dewasa juga sering melakukannya. Mengapa ya?

Berteriak atau menangis saat merasa sakit kadang dianggap sebagai suatu kelemahan. Apalagi jika yang melakukannya adalah seorang laki-laki “masa anak lelaki menangis?” begitulah anggapannya. Tetapi, sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Pain menemukan hal yang cukup mengagetkan mengenai hubungan antara rasa sakit dan berteriak atau menangis.

Apakah Berteriak Dapat Meringankan Rasa Sakit?

Para peneliti melakukan sebuah percobaan terhadap beberapa orang. Setiap orang harus memasukkan tangannya ke dalam wadah berisi air yang sangat dingin dan baru boleh mengangkatnya saat orang tersebut sudah tidak dapat menahan sakitnya. Pada percobaan pertama, para subjek diperbolehkan untuk berteriak atau berkata “aw”. Sedangkan pada percobaan kedua, para subjek tersebut diminta untuk tidak berteriak dan menahan sakitnya dalam diam. Hhmm … bagaimana hasilnya ya?

Hasilnya menunjukan ternyata saat diperbolehkan untuk berteriak, orang dapat menahan sakitnya lebih lama dibandingkan saat dia diperintahkan untuk diam saja. Hal ini disebabkan karena otak kita dapat melakukan beberapa hal berbeda dalam satu waktu. Jadi saat kita melakukan hal lain seperti berbicara atau berteriak disaat kita merasakan kesakitan, bagian otak yang berfungsi untuk melakukan kedua hal tersebut saling bersinggungan. Sehingga kita akan sedikit melupakan rasa sakit selama kita berteriak atau berbicara. Konsep ini dinamakan teori “Gate Control” dan sedang populer dalam dunia medis. Itu sebabnya seorang dokter sering mengajak kita mengobrol saat melakukan tindakan seperti menyuntik dan sebagainya.

Apakah Berteriak Dapat Meringankan Rasa Sakit?

Ternyata berteriak dapat membantu kita mengurangi rasa sakit, ya! Sedangkan menahan berteriak atau menangis akan membuat kita semakin merasakan rasa sakit itu. Nah, berteriak atau menangis itu hal yang alamiah, kok! bukan berarti Sahabat adalah orang yang lemah jika berteriak atau menangis.

[Oleh : Rini]
Bagikan :
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *