Kronologi Kehidupan

Muhammad Asad (Leopold Weiss)

(1900-1992)

 

1900        Leopold Weiss lahir pada 2 Juli di Lwow (Lemberg), Galicia Timur, dari sebuah keluarga keturunan rabi-rabi Yahudi. (Kota Lwow kini masuk wilayah Ukraina.)

1900-13   Pada masa kecilnya di Lwow, Leopold mempelajari kitab-kitab Yahudi dan menguasai bahasa Ibrani dengan fasih.

1914        Keluarga Weiss hijrah ke Wina.

1914-17   Menempuh pendidikan di Wina.

1917-18   Menempuh pendidikan di Czernowitz.

1918-20  Mengikuti wajib militer dan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Austria. Namun, Kerajaan Austria runtuh beberapa minggu kemudian. Karena itu, Leopold memasuki Universitas Wina untuk mempelajari Sejarah Seni dan Filsafat.

1919        Ibunda Leopold wafat pada usia 43 tahun.

1920-22   Tinggal di Berlin, bepergian menjelajahi Eropa Tengah, berganti-ganti pekerjaan dalam waktu singkat, dan berjumpa dengan seorang perempuan pelukis bernama Elsa Schiemann. Leopold diundang oleh pamannya, Dorian, yang mengepalai sebuah rumah sakit jiwa di Yerusalem, untuk tinggal bersamanya.

1923-27   Bekerja sebagai koresponden Harian Frankfurter Zeitung.

1922-23   Bepergian ke Kairo, Yerusalem, Amman, Damaskus, dan Istanbul.

1924        Terbit buku pertamanya, Unromantisches Morgenland. Aus dem Tagebuch einer Reise, Frankfurt/Main: Verlag der Frankfurter Societäts-Druckerei.

1924-26   Melakukan perjalanan kedua ke Kairo, Amman, Damaskus, Tripoli, Aleppo, Bagdad, melalui pegunungan di wilayah Kurdi, Iran, Kabul, Ghazni, Kandahar, Herat, Marv, Samarkand, Bukhara, Tashkent, melintasi stepa-stepa Turkmenistan menuju pegunungan Ural dan Moskow.

1926        Sekembalinya ke Berlin, memberikan serangkaian kuliah pada Academy of Geopolitics. Mengundurkan diri dari Harian Frankfurter Zeitung. Masuk Islam pada bulan September di Berlin dan menggunakan nama Muhammad Asad. (Asad adalah versi bahasa Arab dari namanya Leopold, yang berarti “singa”.)

1927         Menandatangani kontrak-kontrak baru sebagai koresponden untuk harian-harian terkemuka di Eropa, yakni Neue Zürcher Zeitung (Zurich), Kölnische Zeitung (Köln), dan De Telegraaf (Amsterdam). Menikahi Elsa Schiemann sesuai dengan syariat Islam di Kairo. Elsa adalah janda dengan seorang putra, yakni Heinrich. Mereka bertiga menunaikan haji, dan tidak lama setelah itu Elsa meninggal di Makkah karena terserang malaria.

1927-32   Diterima sebagai tamu oleh keluarga Ibn Sa‘ud (yang kemudian memproklamasikan berdirinya Kerajaan Arab Saudi pada 23 September 1932).

1930        Menikahi Munira binti Husain Al-Syammari; putra pertama mereka, Tariq, meninggal ketika lahir.

1932        Anak kedua, Talal, lahir.

1932        Bersama istri dan anaknya meninggalkan Jazirah Arab, lalu hijrah ke Anak Benua India yang pada saat itu masih dijajah Inggris. Di sana, pada 1934 dia bertemu dan bersahabat baik dengan Muhammad Iqbal.

1934        Terbit buku Islam at the Crossroads, Delhi: Arafat Publications.

1935-38   Terbit buku Shahîh Al-Bukhârî: The Early Years of Islam, annotated translation in 5 installments, Arafat Publications: Srinagar dan Lahore. (Terjemahan dan komentar atas kitab hadis Shahîh Al-Bukhârî.)

1939         Pergi ke London dan berupaya menolong ayah, ibu tiri, dan saudara perempuannya yang ditahan rezim Nazi. Pada saat itu, kakaknya, Heinrich, diungsikan ke Palestina.

1939-45   Ditawan Inggris pada 4 September 1939 sampai berakhirnya PD II karena berkewarganegaraan Jerman, negara musuh sekutu.

1945-47   Tinggal bersama istri dan anaknya di Dalhousie di Punjab timur. Pada 1946, mulai menerbitkan majalah bulanan Arafat yang bertahan hingga 10 edisi.

1947        Ketika Anak Benua India dipecah menjadi India dan Pakistan, Asad bersama keluarganya pindah dari Dalhousie menuju Lahore.

1947-52   Mengabdi sebagai negarawan dan diplomat Pakistan. Pertama-tama sebagai Direktur Departemen Rekonstruksi Islam, kemudian sebagai Deputi Sekretaris dan Direktur Divisi Timur Tengah pada Kementerian Luar Negeri di Karachi.

1950        Anak Asad, Talal, pergi ke Inggris untuk menempuh pendidikan.

1952        Bercerai dengan Munira, yang kemudian tinggal bersama anaknya, Talal.

1952        Diutus ke New York sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh untuk mewakili Pakistan di PBB. Di sana, Asad menikahi Pola Hamida Kazimirska dan mengundurkan diri dari tugas-tugas diplomatik.

1952-59   Bersama Pola tinggal di New York, Badenweiler di Black Forest, dan Beirut.

1954        Terbit bukunya, The Road to Mecca, New York: Simon and Schuster; London: Max Reinhardt.

1959-64   Bersama Pola tinggal di Syarjah, Lebanon, dan Swiss.

1960        Terbit bukunya, Islam und Abendland. Begegnung zweier Welten, Olten and Freiburg in Breisgau: Walter-Verlag.

1961        Terbit bukunya, The Principles of State and Government in Islam, Berkeley and Los Angeles: University of California Press.

1964-83   Bersama Pola tinggal di Tangier, Maroko.

1978        Munira binti Husain Al-Syammari wafat di Riyadh, Arab Saudi.

1980        Terbit bukunya, The Message of the Qur’ân, Translated and explained by Muhammad Asad, Gibraltar: Dar Al-Andalus.

1983-87   Bersama Pola tinggal di Spanyol dan kemudian di Portugal.

1987        Terbit bukunya, This Law of Ours and Other Essays, Gibraltar: Dar Al-Andalus.

1987-92   Kembali ke Spanyol bersama Pola.

1992        Wafat pada 20 Februari di Marbella, Spanyol. Dimakamkan di pemakaman Muslim di Granada, Andalusia.

 

1,411 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Bagikan :