KKPK MIZAN GOES TO KOREA | Featured

[Oleh: Hamzah Reevi]

Suhu udara 4° Celcius mencubit kulit ketika kami mendarat di Incheon Airport, Korea Selatan. Saya bisa melihat kelelahan di wajah Atha (8), Fayanna (11), dan Zahra (14) setelah menempuh perjalanan udara sekitar 7 jam dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Namun, tak berselang lama, suasana berbeda yang tidak kami dapatkan di Indonesia membuat kami begitu semangat memulai perjalanan ini. Saat kami tiba, musim gugur akan segera berakhir dan dalam beberapa hari ke depan Korea Selatan akan diselimuti musim dingin. Tampak pepohonan sepanjang jalan memamerkan warna-warni menarik, beberapa dari mereka mulai meranggas saat angin utara datang dan menjatuhkan dedaunan di jalan. Pemandangan ini sempat membuat kami lama terdiam sambil tersenyum. Perjalanan dari bandara menuju lokasi pertama kami jadi terasa begitu singkat.

 

Kantor Cabang Luar Negeri – BNI Cabang Seoul

BNI Seoul | Image
BNI Cabang Seoul menjadi lokasi pertama kami begitu sampai di Korea Selatan. Anak-anak sangat senang karena mendapat sertifikat, souvenir khas Korea dan di sini banyak makanan 🙂

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya kami sampai di Kantor BNI Cabang Seoul yang terletak di lantai 8 Wise Tower, Namdaemun-ro, Jung-gu, Seoul. BNI sendiri adalah satu-satunya bank dari Indonesia yang beroperasi di Korea Selatan dan memegang lisensi sebagai full branch. Begitu sampai di lantai 8, kami langsung disambut Bapak Wan Andi Aryadi, General Manager BNI Seoul. Tak butuh waktu lama suasana kekeluargaan terasa di sini, tim BNI Seoul berbincang dan tertawa mendengar celotehan Atha. Tak jarang mimik takjub terlihat dari wajah kakak-kakak BNI saat mengetahui prestasi Fayanna dan Zahra. Selama di sana kami mendapat penjelasan mengenai BNI Seoul yang belum lama dibuka. Sebelum melanjutkan perjalanan, anak-anak mendapat sertifikat dan kenang-kenangan dari BNI Seoul. Sebuah pengalaman dan kebanggaan tersendiri bagi saya dan anak-anak bisa berkunjung ke Kantor BNI Cabang Seoul.

 

Samsung Innovation Museum (S/I/M)

Samsung | Image
Sebelum menjelajahi ruangan-ruangan keren kami berfoto bersama Manager S/I/M.
Samsung 2 | Image
Rombongan Mizan dan BNI disambut dengan board panjang ini di pintu masuk.

Saya amat berterima kasih kepada teman-teman Samsung Indonesia yang bersedia membantu rombongan Mizan agar dapat berkunjung ke Samsung Innovation Museum (S/I/M). Menurut beberapa sumber, selain undangan khusus, masyarakat umum tidak mudah mengunjungi tempat ini. S/I/M terletak di Kota Suwon, sekitar 45 menit dari Kantor BNI yang kami kunjungi pertama. Di sini, anak-anak mendapat banyak pelajaran mengenai penemuan-penemuan inovatif dunia dan sejarah bagaimana barang-barang elektronik bermula dan Samsung mengambil peran di dalamnya. Samsung merupakan salah satu pemain besar elektronik di dunia yang terus tumbuh. Kami melihat sebuah mimpi besar Samsung untuk menyandingkan teknologi dengan manusia di masa depan melalui terobosan-terobosannya.

 

Petit France, Teddy Bear Museum, English Village

Teseum | Image
Waaah, serasa ingin membawa pulang semua koleksi bonekanya.
Teseum 2 | Image
Paling menggelitik waktu di ruangan Teddy Bear bertema Timur Tengah ini, ada yang naik permadani terbang dan bergerak seperti terbang sungguhan 😀

Selama 6 hari 4 malam anak-anak pemenang program KKPK Goes to Korea banyak mendapat pelajaran dan pengalaman berharga. Budaya masyarakatnya yang sangat tertib dan ramah menjadi perhatian kami juga. Banyak lokasi menarik dan sarat sejarah yang kami datangi, sebut saja Petit France yang berlokasi di Provinsi Gyeonggi-do, sebuah tempat replika dari Petit France di Strasbourg, Prancis. Di sini kami dimanjakan dengan 16 bangunan bergaya Prancis dengan warna-warni pastel. Butuh waktu 1 jam 40 menit untuk mencapai lokasi ini dari penginapan kami di Seoul.

Pada hari ketiga kami mengunjungi English Village. Ini merupakan Kampung Inggris, mungkin di Indonesia seperti Kampung Inggris di Pare, Kediri. Menurut tour guide kami, orang Korea atau luar Korea biasa belajar di sini saat musim panas, sehingga ketika kami ke sana tidak terlihat aktivitas belajar-mengajar. English Village berada di kawasan Paju-si, Provinsi Gyeonggi. Terdapat banyak bangunan cantik yang didesain sesuai negara-negara berbahasa Inggris dan menjadi simulasi menarik agar siswanya merasakan berbagai budaya dari seluruh dunia.

Petit France | Image
Setiap sudut di Petit France membuat kami tidak berhenti untuk mengabadikannya. Cantik.

Selama di Korea kami juga mencari tahu isi Teddy Bear Museum, sebuah museum yang berisi ratusan boneka Teddy Bear yang sudah amat dikenal oleh anak-anak di seluruh dunia. Selain koleksi boneka, di museum ini juga terdapat tempat-tempat interaktif, seperti rumah kaca, cermin ajaib, sejarah Teddy Bear, board panjang informasi cara membuat boneka Teddy Bear, dan tempat terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Di sela kunjungan ke lokasi-lokasi tersebut, kami lengkapi perjalanan ini dengan belajar cara membuat Kimchi, makanan khas Korea Selatan yang terdiri dari 200 jenis; mengetahui perjalanan hidup orang Korea dari lahir hingga meninggal di museum yang berada di dalam kawasan Gyeongbokgung Palace; mencari tahu sejarah Ginseng; melihat Kota Seoul dari atas bukit Namsan; dan merasakan kawasan Myeong-dong yang ramai dengan gerai-gerai branded dan penjual aneka suvenir serta makanan kaki lima.

English Village 3 | Image
Cerah sekali ya langitnya. Tapi udaranya… brrrrr… dingiiiin.

 

Foto seru lainnya selama kami berada di Korea;

Belajar Membuat Kimchi 2 | Image
Ternyata Kimchi baik untuk pencernaan dan membakar banyak kalori. Ini salah satu rahasia kenapa orang Korea jarang ada yang gemuk hehehe.
Belajar Membuat Kimchi | Image
Mr. Choi menerangkan kepada anak-anak bahwa ada lebih dari 200 jenis Kimchi di Korea.
Ginseng Store | Image
Sebelum naik ke lantai atas Ginseng Store dan tidak boleh ambil gambar dan video.
Gyeongbok | Image
Salah satu lokasi di Istana Gyeongbok tempat Raja Korea menjamu tamu sambil menikmati hidangan dan pemandangan indah.
English Village | Image
“Kak, ini keretanya bisa jalan gak, sih?” tanya Atha penasaran sebelum difoto. Duh, Kak Reevi juga kurang tahu.
English Village 2 | Image
Dalam hitungan hari pohon-pohon ini akan benar-benar gundul dan penuh salju.
K Star Road | Image
Berjalan-jalan sebentar di K-Star Road, Distrik Gangnam.
Namsan Tower 2 | Image
Eh, ada pesan dari Zahra, tuh, buat teman-teman KKPK di Indonesia 🙂
Namsan Tower | Image
Di Namsan Tower ini ada ribuan gembok cinta dan kita bisa melihat Kota Seoul dari semua sudut.

Tentang KKPK Goes to Korea

KKPK Goes to Korea merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Divisi Anak dan Remaja (DAR!) Mizan bekerja sama dengan BNI 46 yang bertujuan untuk mengenalkan karakter-karakter dalam Seri Kecil-Kecil Punya Karya, yakni Karima, Karin, Putera, dan Kiki. Melalui program ini, anak-anak didorong untuk lebih gemar membaca dan berkreasi dengan papercraft yang diselipkan di 12 judul KKPK yang terbit setiap bulan. Mereka juga diminta untuk menuliskan alasan kenapa ingin sekali diberangkatkan ke Korea Selatan oleh DAR! Mizan.

KKPK Goes to Korea diluncurkan di Islamic Book Fair 2016 di Jakarta pada 26 Maret 2016 dan mendapatkan respons sangat baik dari pencinta KKPK dan anak-anak yang berkunjung ke Kids Zone IBF. Tujuan diadakannya program ini untuk mengenalkan karakter KKPK dengan media yang lebih segar dan masif, brand awareness dan memantapkan KKPK sebagai brand buku anak terbaik di Indonesia, serta membangun kreativitas pembaca KKPK melalui aktivitas crafting dan menulis.

Roadshow dan sosialisasi program ini diselenggarakan di banyak kota sejak Maret hingga Oktober 2016. Kota-kota yang menjadi lokasi roadshow, antara lain Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Salatiga, Surabaya, Malang, Pekanbaru, Banjarmasin, dan Makassar. Selain sosialisasi cara mengikuti program, acara diisi juga dengan workshop menulis dari Redaksi DAR! Mizan dan mendatangkan Penulis Cilik KKPK. Lokasi acara biasanya diadakan di sekolah, perpustakaan daerah, atau taman baca dengan siswa SD/SMP berusia 7-15 tahun sebagai pesertanya.

Pekan pertama Oktober 2016 Tim Redaksi Anak DAR! Mizan melakukan penjurian dan terpilihlah 3 pemenang yang berhak diberangkatkan ke Korea Selatan pada 7-12 November 2016, yakni:

  1. Naura Athaya Sharif, 8 tahun, SDN Pogar II Bangil Jawa Timur
  2. Fayanna Ailisha Davianny, 11 tahun, Tunas Global Depok
  3. Zahra Roidah Amalia Hasna, 14 tahun, SMPN 2 Temanggung Jawa Tengah

 

(Penyunting: Yuni Moniasih)

2,639 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Tag pada:                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *