Berpisah adalah sebuah kepastian

Tapi,

Melupakan adalah pilihan.

 

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya

“Buat saya, Hernowo bukan Cuma sahabat puluhan tahun. Dia juga sebuah monumen hidup. Monumen? Hernowo telah menunjukkan dengan jelas kepada saya: bagi makhluk yang namanya manusia, tidak ada kata mentok.” – Haidar Bagir

 

“Mas Hernowo adalah guru sejati saya. Beliau adalah orang yang paling konsisten dan paling disiplin yang pernah saya kenal yang rajin sekali membagikan ilmunya.” – Sari Meutia

 

“Beliau berjasa dalam tumbuh kembang karya intelektual Muslim. Beliau pionir yang memperkenalkan teori mengemas buku di dunia penerbitan. Sejak karyanya banyak diminati, banyak penerbit mengikuti jejaknya” – Miftah Fauzi Rakhmat

 

“Manusia terbaik adalah manusia yang mampu mengikat makna eksistensinya dalam keseluruhan konteks hidup dan kehidupan. Nilai ikatan maknanya adalah khairunnâs anfa’uhum linnâs. Sebaik-baiknya manusia adalah yang (eksistensinya) bermanfaat luas bagi manusia lain” – N. Syamsuddin Ch. Haesy

 

Bukan hanya salah seorang pendiri Penerbit Mizan, beliau lebih dari itu. Seorang Sahabat, Guru, dan Panutan. Passion-nya tidak hanya mengantarkan beliau menjadi senior yang disegani dalam dunia penerbitan, namun menjalarkan semangatnya kepada orang-orang di sekitarnya.

 

Mas Hernowo sudah berpulang, namun eksistensinya melalui buku-buku karyanya membuktikan bahwa beliau adalah orang yang baik, yang bermanfaat luas bagi manusia lain. Mengikatkan makna keberadaan dirinya dalam setiap tulisan yang diterbitkannya.

 

Bagaimana sosoknya di mata rekan dan sahabat? Berikut kesaksian dari segenap rekan dan sahabat yang terangkum dalam e-book yang bisa Anda unduh di sini.

Hernowo Hasim Mengikat Makna Selamanya

[Oleh : Rini ]

 

Baca Juga :

Mengikat Makna, Warisan yang Tak’kan Sirna

7,630 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Tag pada: