Sejarah Ebook Part 1 | Featured

[Oleh: Fuzie Septika Al-Islami]

Buku elektronik (e-book, ePub, buku digital, atau e-edition) adalah buku-publikasi dalam bentuk digital, yang terdiri dari teks, gambar, atau keduanya, dapat dibaca di komputer atau perangkat elektronik lainnya. Meskipun kadang-kadang didefinisikan sebagai “versi elektronik dari buku cetak”, banyak e-book yang ada tanpa setara cetak. E-book diproduksi dan dijual secara komersial. Biasanya dimaksudkan untuk dibaca di perangkat khusus (e-reader).

Namun sekarang, hampir semua perangkat elektronik yang canggih yang memiliki fitur layar tampilan terkendali, termasuk komputer, tablet dan smartphone juga dapat digunakan untuk membaca e-book. Sebelum ada perangkat elektronik serupa tablet, e-book juga bisa diaplikasikan kepada alat-alat mekanik untuk menyimpan karya-karya teks atau gambar. Di Amerika Serikat; pada 2014 sebanyak 28% dari populasi orang dewasa telah membaca e-book, dibandingkan dengan 2013 yang hanya 23%.

Peningkatan pembaca e-book pada 2014 meningkat karena sebanyak 50% dari orang dewasa di Amerika memiliki perangkat khusus membaca e-book, baik e-reader atau tablet, dibandingkan pada tahun 2013 yang hanya 30%. Hal ini memungkinan pembaca e-book secara global akan terus meningkat.

SEJARAH

Ide tentang e-reader datang dari Bob Brown. Setelah Bob pertama kali menonton film The Talkies (film dengan suara pada waktu 1930-an). Waktu itu ia menulis sebuah buku tentang ide ini dan berjudul itu The Readies, berdasarkan dari gagasan film The Talkies. Dalam bukunya, Brown mengatakan film telah dikalahkan buku dengan menciptakan The Talkies dan, sebagai hasilnya, membaca harus menemukan media baru: “sebuah mesin yang akan memungkinkan kita untuk bersaing dengan jumlah oplah cetak yang tersedia saat ini dan menjadi gambaran yang menyenangkan”.

Poster Talkies | Image

Meskipun Brown telah menuangkan idenya pada 1930, e-reader pada awalnya tidak serta-merta mengikuti ide model dari Brown. Tapi Brown dengan bukunya bisa memprediksi bahwa media baru dalam membaca bukan hanya pada buku kertas.

PENEMU E-BOOK PERTAMA

Para penemu e-book pertama sampai saat ini masih diperdebatkan. Beberapa kandidat terkenal adalah sebagai berikut:

Roberto Busa (1940-an)

Index Thomisticus adalah buku elektronik yang dibuat oleh Roberto Busa, perangkat ini berupa indeks elektronik yang terhubung dengan karya-karya Thomas Aquinas. Buku elektronik ini disiapkan oleh Roberto Busa dimulai pada 1949 dan selesai pada 1970-an. Meskipun awalnya disimpan di satu komputer pada 1989 muncul versi CDnya, lalu pada 2005, Indeks diterbitkan secara online.

Roberto Busa ketika memasukan Index Thomisticus ke dalam perangkat
Roberto Busa ketika memasukan Index Thomisticus ke dalam perangkat
Thomas Aquinas adalah seorang filsuf dan teolog dari Italia yang sangat berpengaruh pada abad pertengahan.
Thomas Aquinas adalah seorang filsuf dan teolog dari Italia yang sangat berpengaruh pada abad pertengahan.

Angela Luiz Robles (1949)

Pada 1949, Angela Ruiz Robles, seorang guru dari Galicia, Spanyol, mematenkan di negaranya buku elektronik pertama dengan judul la Enciclopedia Mecanica, atau Teknik Encyclopedia. Ide awal pembuatan perangkat ini adalah untuk mengurangi jumlah buku yang dibawa muridnya ke sekolah.

Angela Luiz Robles
Angela Luiz Robles

 Doug Engelbart and Andries van Dam (1960)Beberapa sejarawan menganggap bahwa awal mula e-book sekitar 1960. Dengan proyek NLS (oN Line System) yang dipimpin oleh Doug Engelbart di Stanford Research Institute (SRI). Ada pula Andries van Dam yang mengepalai proyek Hypertext Editing System dan FRESS (File Retrieval and Editing SyStem) di Brown University. Mereka berdua bekerja membangun perangkat (hardware) dan sistem bahasa komputer (software). NLS membangun perangkat dan bekerja sama dengan IBM. Sedangkan FRESS membangun struktur bahasa pemograman yang memungkinkan untuk membuat indeks, mengubah ukuran frame, serta bisa menyediakan hyperlink.

Doug Engelbart
Doug Engelbart

Setelah proyek ini, Brown University terus melanjutkan proyeknya untuk buku elektronik selama bertahun-tahun, termasuk bekerja sama dengan US NAVY sebagai pemberi dana dalam proyek. Sistem yang dipakai oleh Brown University dipakai juga oleh sebuah perusahan yang bernama InterMedia adalah anak perusahaan dari DynaText sebuah perusahaan teknologi pembuat bahasa pemrograman SGML [Standard Generalized Markup Language] salah satu bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan e-book.

Andries van Dam
Andries van Dam

Michael S. Hart (1970)

Beberapa publikasi melaporkan Michael sebagai penemu e-book pada 1970. Seorang operator dari Xerox Sigma V di Universitas of Illinois memberi hak kepada Michael untuk menggunakan komputer di universitas. Karena diberi keleluasaan dalam menggunakan komputer, Michael menciptakan dokumen elektroniknya yang pertama dengan mengetik Deklarasi Kemerdekaan Amerika ke dalam bentuk digital (teks). Michael bahkan membuat beberapa dokumen menggunakan teks biasa supaya bisa diunduh dan dibaca di perangkat elektronik.

Michael Hart (kiri) and Gregory Newby (kanan) of Project Gutenberg, 2006
Michael Hart (kiri) and Gregory Newby (kanan) of Project Gutenberg, 2006

Itulah orang-orang yang berjasa menyuguhkan inovasi bacaan elektronik, yang saat ini kita kenal dengan nama eBook. Meskipun apa yang dilakukan oleh para penemu di atas masih bersifat mendasar dan jauh dari format eBook yang kita ketahui sekarang. Namun itu semua menjadi awal perkembangan digitalisasi buku yang saat ini telah mengubah kultur membaca kita, khususnya bagi generasi milennial yang super dinamis.

(Bersambung)

5,130 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *