Sejarah Ebook Part 2 | Featured

[Oleh: Fuzie Septika Al-Islami]

Setelah Michael membuat salinan Deklarasi Kemerdekaan Amerika ke dalam bentuk digital pada 1971. Project Gutenberg diluncurkan untuk membuat salinan digital dari teks, terlebih pada buku cetak. Implementasi buku digital lainnya adalah pengusulan prototipe desktop pada komputer jinjing (laptop) Dynabook pada 1970.

Pada 1980 Departemen Pertahanan Amerika memulai pengembangan konsep perangkat pengiriman elektronik portabel untuk informasi pemeliharaan teknis yang disebut proyek PEAM (Portable Electronic Aid for Maintenance). Proyek dan pengembangan prototipe dimulai di Texas dengan spesifikasi terperinci selesai pada 1982. Empat prototipe yang diproduksi dan diujikan pada 1986. Tes diselesaikan pada 1987. Ringkasan akhir mengenai prototipe ini ditulis oleh Robert Wisher dan J. Peter Kincaid dengan judul Behavioral and Social Sciences pada 1989.

Part 2 Sejarah eBook 1 | Image
Buku digital portabel pertama

Pada 1992 perusahaan elektronik Sony meluncurkan “Data Discman”, merupakan sebuah perangkat (reader) yang bisa membaca buku digital yang tersimpan di dalam CD. Salah satu fitur yang terdapat dalam Data Discman adalah The Library of the Future.

Pada awalnya pengimplementasian buku digital ini hanya untuk kalangan terbatas dan hanya buku-buku tentang pedoman-pedoman teknis, tentang data-data penting kedinasan. Pada sekitar 1990-an ketersediaan internet yang sudah merambah umum menjadikan buku digital banyak bertebaran dan jenisnya pun beragam.

Part 2 Sejarah eBook 2 | Image
Data Discman beserta CD-nya
FORMAT BUKU DIGITAL

Format buku digital berbeda-beda, tiap perusahaan mempunyai formatnya masing-masing, seperti Adobe dengan PDF-nya, penerbit-penerbit independen dengan membuat platform khusus. Dari e-reader-nya pun berbeda. Ini menjadikan produk buku digital yang banyak dipasaran menjadi terpecah dan tidak mempunyai standar. Pada akhir 90-an sebuah konsorsium dibentuk untuk mengembangkan format baku buku digital yang terbuka.

Format ini membutuhkan bahasa pemrograman yang seragam, maka dipilihlah bahasa XHTML dan CSS dan skema XML. Pada 2007 format terbuka ini memunculkan standar buku digital yang diberi nama EPUB (Electronic Publishing) dan dipakai oleh hampir semua industri penerbitan buku digital di dunia.

Part 2 Sejarah eBook 3 | Image
Adobe Acrobat Reader dengan Palm OS Simulator
Part 2 Sejarah eBook 4 | Image
Logo ePub

Setelah ada format baku, pada 2010 pasar e-book semakin meningkat. Banyak penerbit dari penerbit besar sampai dengan indie publishing berlomba-lomba membuat dan memasarkan buku digitalnya. Hampir dua-pertiga dari pasar buku digital di Amerika Serikat dikuasai oleh “Big Five” penerbit yaitu: Hachette, HarperCollins, Macmillan, Penguin Random House, dan Simon & Schuster.

Format epub sekarang sudah masuk kepada epub generasi ke 3. Bisa diutak-atik lagi menjadi buku digital yang interaktif, bisa memasukkan audio dan video. Membaca buku bukan sekadar tekstual, pembaca juga diajak untuk berinteraksi dengan objek yang dibacanya. Dengan format ini menjadikan banyak bermunculan toko buku digital, perpustakaan digital, baik yang dikelola oleh perorangan sampai dikelola oleh pemerintahan. Tidak jarang toko buku digital dan perpustakaan memberikan buku digital secara gratis.

Part 2 Sejarah eBook 5 | Image
ePub generasi ke-3

PERANGKAT

E-reader juga disebut e-book reader atau perangkat untuk membaca buku digital dirancang untuk membuka dan membaca buku atau majalah digital. Sebuah e-reader berbeda dengan tablet. Tablet bisa multifungsi, tetapi e-reader hanya untuk membaca saja. Sekarang ini di dalam tablet selalu disertai aplikasi e-reader. Dibandingkan dengan tablet, e-reader bagi pembaca sangat nyaman karena memang diperuntukkan khusus untuk membaca, serta kekuatan batre yang tahan lama menjadikan e-reader lebih unggul dalam soal membaca daripada tablet.

Ada beberapa generasi e-reader yang sudah ada di pasaran. Di awali dengan The Rocket eBook diperkenalkan pada 1998, tetapi produk ini tidak populer di pasaran. Setelah itu muncul Sony Librie 2004 kemudian Sony merilis kembali e-reader Sony Reader pada 2006. Disusul Amazon yang mengeluarkan produk e-reader Amazon Kindle pada 2007 dan terjual habis dalam waktu 5 jam! Sony PRS-500 muncul pada 2009. Menjadikan Amazon Kindle dan Sony PRS-500 bersaing di Amerika Serikat. Disusul kemunculan e-reader Nook masih di 2009, hasil produksi dari Barnes & Noble. Pada waktu 2010 banyak bermunculan e-reader dengan merk-merk baru di pasaran termasuk Kobo mulai muncul.

Part 2 Sejarah eBook 6 | Image
The Rocket eBook

Kemunculan iPad pada Januari 2010 membuat gebrakan dengan menggandeng 5 penerbit besar di Amerika Serikat untuk mendistribusikan buku digitalnya di iPad melalui iBooks dan iBookstore. Selain laris manis di pasaran, aplikasi iBooks yang ada di iPad menguntungkan bagi penjualan ebook yang meningkat di Amerika Serikat.

Part 2 Sejarah eBook 7 | Image
E-book reader & Tablet

Diikuti oleh kemunculan tablet-tablet berbasis Android pada tahun 2010 yang bisa menjadi e-reader juga. Hadirnya Google di Android dengan Google Play Book-nya pada 2010 menjadikan khazanah distribusi e-book semakin luas. Kemunculan iPad dan tablet dengan layar sentuh yang sensitif serta tampilan yang mengesankan membuat Kindle dan Nook mengubah format layar e-reader-nya menjadi LCD, mengikuti iPad dan tablet.

(Bersambung)

5,283 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *