Food Combining | Cover

[Oleh: Khairul Amin]

Salah satu jalan meraih hidup sehat adalah dengan menerapkan Food Combining (FC), merupakan pola makan yang memperhatikan asupan makanan tidak hanya dari nilai gizi, tapi pada hal yang lebih substansial, yaitu bagaimana tubuh menyikapi dan mengabsorpsi dengan baik kandungan gizi yang ada dalam satu unsur makanan. Tujuan FC sangat sederhana, yaitu membuat tubuh menjadi sehat dengan menjalani hidup yang juga sehat (hal 8).

Pelaku FC tidak melakukan diet kalori karena tubuh sehat tidak mengacu pada timbangan tepat di angka ideal atau kecilnya lingkar pinggang, juga otot perut bertonjolan. Juga tidak mendekte tubuh mengonsumsi sesuatu berlebihan kerena dianggap baik, misal minum susu karena tinggi kalsium, padahal yang didekte belum tentu diterima tubuh dengan baik karena tidak sesuai kebutuhan.

Melakukan FC secara konsisten menjadikan tubuh mendapatkan kesehatan maksimal. Bentuk tubuh ideal sesuai kebutuhan tubuh, dan melambatkan penuaan (hal 12). FC membagi makanan berdasarkan protein, pati, dan sayuran. FC mengenal padu padan cocok atau tidak untuk setiap unsur makanan tersebut. Seperti pada protein (hewani) dengan sayur, merupakan paduan serasi.

Kombinasi antara protein-sayuran dalam jumlah tepat membuat pH netral jaringan tubuh tercapai. Beragam enzim yang hidup dalam sayur segar akan masuk dan segera dimanfaatkan oleh tubuh, menetralisir beratnya protein hewani (hal 15).

Namun, keidealan ini sulit tercapai apabila konsumsi protein 2-3 kali lipat lebih besar daripada konsumsi sayuran segar.

Sementara itu, protein (hewani) dengan pati, padu padan yang tidak ideal, bila dikonsumsi dalam jumlah dominan, sistem cerna akan dibuat kerepotan. Enzim cerna yang terpakai akan kesulitan memilah antara protein dan pati yang harus diproses karena sifat enzimnya.

Pati memerlukan enzim amilase sebagai pemecah agar bisa dicerna dan diserap oleh tubuh, sementara protein memerlukan enzim pepsin sebagai pemecah unsur-unsurnya agar mudah tercerna oleh tubuh. Sayangnya, kerja amilase akan berhenti begitu tubuh mengaktifkan enzim pepsin. Itu sebabnya, konsumsi pati-protein merupakan hal yang keliru.

Konsumsi pati dengan sayuran, merupakan paduan serasi, kerena keduanya berbasis karbohidrat, lebih mudah dicerna dan diterima oleh tubuh. Namun, saat pati dikonsumsi jauh lebih banyak daripada sayuran, bisa tercipta lonjakan gula yang berefek tidak baik bagi tubuh. Atau, bila sayuran dikonsumsi dalam keadaan telah diproses panjang, masak suhu tinggi hingga enzimnya mati, akan tidak serasi (hal 17).

Saat padu padan telah terjadi, tubuh akan menerima dan mencerna semua dengan baik dan juga memprosesnya secara maksimal. Itu sebabnya, FC tidak mempermasalahkan berapa jumlah kalori, kandungan gizi, ataun indeks glikemik, dan sebagainya secara detail, karena fokus utamanya adalah fungsi tubuh dan harmonisasinya dengan unsur makanan yang masuk bisa maksimal bekerja sama.

Penerapan FC juga dibarengi dengan pemahaman seni makan sehat, kesegaran makanan terkait nutrisi penting. Hindari makanan yang dipanaskan atas nama higienitas, diberi rasa atas nama selera, diberi warna atas nama tampilan, dikemas atas nama kebutuhan. Suka tak suka akan kehilangan beragam unsur vital yang dibutuhkan sistem cerna manusia, terutama kebutuhan asupan tepat dan  segar.

Judul Buku: Food Combining Itu Gampang 2

Penulis: Erikar Lebang

Penerbit: Qanita

Tahun Terbit: Cetakan 1, Januari 2017

Jumlah Halaman: 136 halaman

ISBN: 978-602-402-010-1

Peresensi: Khairul Amin, Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang.

1,493 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *