Bagikan :

The Message of The Quran Box | Image

 

Judul: The Message of the Quran

Penulis: Muhammad Asad

Format: 21 x 27,5 cm

Halaman: 1,484 (3 Jilid)

ISBN: 978-979-433-832-2 (edisi lengkap)

Tahun terbit: 2017

Penjelasan The Message of the Quran

The Message of the Quran, ringkas namun mendalam, berdasarkan riset puluhan tahun dengan merujuk kitab tafsir klasik maupun modern seperti Al-Thabari, Ibn Katsir, Al- Zamakhsyari, Al-Razi, Al-Baghawi, Al-Badhawi, Muhammad ‘Abduh, dan lain-lain, berusaha menjadikan Al-Quran sebagai kumpulan Kalam Allah “yang hidup’ dan relevan dengan konteks kekinian.

Kitab tafsir yang sudah diterjemahkan ke berbagai Bahasa: Swedia, Turki, Jerman, Indonesia ini ditulis oleh Muhammad Asad, Muslim paling berpengaruh di Eropa pada abad 21. Pengalaman hidup Muhammad Asad dari seorang pemuda Eropa biasa hingga menjadi sahabat Raja Abdul Aziz dari Arab Saudi, pemahamannya terhadap Al-Quran dengan belajar bahasa Arab langsung dari suku Badui, dan pengalamannya menjadi salah satu pendiri negara Pakistan bersama Muhammad Ali Jinnah, memuncak dalam tafsir nan fenomenal, The Message of The Quran.


Profil Muhammad Asad

Muhammad Asad | Image

Muhammad Asad (Leopold Weiss) adalah salah seorang pemikir Islam terbesar abad ke-20 yang berasal dari dunia Barat. Dia telah memberi kontribusi penting dalam banyak bidang ilmu keislaman: Al-Quran, Sunnah, yurisprudensi, teori sosial, dan sejarah. Karyanya, The Message of the Quran, sebuah terjemahan dan penjelasan Al-Quran dalam bahasa Inggris, menjadi begitu signifikan sehingga akhirnya diterjemahkan lebih lanjut ke bahasa-bahasa lain: Swedia, Turki, Jerman, dan kini ke dalam bahasa Indonesia. Tidak ada terjemahan Al-Quran lainnya yang pernah mengalami hal serupa ini. Tidak diragukan lagi: karya ini merupakan terjemahan Al-Quran paling berhasil pada zaman kita ini.

Dia terlahir sebagai Leopold Weiss pada 2 Juli 1900 di Galicia, wilayah Kerajaan Austria-Hongaria (kini bagian dari Ukraina), dan masuk Islam pada usia 26 tahun. Berbagai perjalanannya yang penuh petualangan dan pertemuan-pertemuannya dengan sejumlah tokoh penting negeri Muslim pada zamannya, serta kisah bagaimana akhirnya dia memeluk Islam, diabadikan dalam autobiografi spiritualnya yang menjadi bestseller internasional: The Road to Mecca (Jalan ke Makkah).

 

••••Kenali Lebih Lanjut••••

Kronologi Kehidupan Muhammad Asad | Image

(Klik pada gambar untuk penjelasan lebih detail)


Pengantar Penerbit

Tidak jarang orang atau media dengan gampang mengatributkan identitas “intelektual atau pemikir Islam”, atau bahkan “ahli filsafat dan tasawuf Islam”, kepada saya. Kalaupun ada yang benar—sesedikit apa pun—dalam atribusi itu, kali ini saya ingin memastikan kepada Anda bahwa penulis pengantar ini adalah seorang awam di bidang ilmu tafsir. Maka, komentar-komentar saya tentang The Message of the Quran harus dilihat sebagai komentar-komentar seorang Muslim yang bisa berpikir—sebutlah inteligen, kalau mau—terhadap karya Muhammad Asad ini. Bukan komentar seorang “intelektual atau pemikir Islam” atau bahkan “ahli filsafat dan tasawuf Islam”.

Lebih dari itu, posisi saya bukanlah pengamat atau pelajar di bidang tafsir, melainkan sebagai semata-mata seorang Muslim pengguna, yang memang sudah lama mendambakan adanya suatu karya tafsir Al-Quran yang ringkas—sehingga handy (praktis) dan dapat membantu kita memahami isi Al-Quran kapan dan di mana saja—tetapi, pada saat yang sama, dapat menyampaikan kepada kita makna Kitab Suci ini secara masuk akal (makes sense) serta relevan dengan konteks kekinian kita.

••••Baca Selengkapnya••••


Apresiasi untuk The Message of the Quran

 

Endorser The Message | Image

(Buya HAMKA, Buya Syafi’i Maarif, Dr. Farouk Musa, Khaleel Mohammed, Jeffrey Lang)

(Klik pada gambar untuk membaca lebih lanjut)


9 Kelebihan Tafsir The Message of the Quran

  1. Ringkas-mendalam: membantu memahami isi Al-Quran kapan dan di mana saja.
  2. Praktis: bisa dipakai mengaji dan mengkaji pada waktu yang sama (teks Al-Quran, terjemahan, dan tafsirnya disajikan dalam satu halaman).
  3. Ditulis berdasarkan riset puluhan tahun atas berbagai tafsir tradisional, hadis, sejarah Rasul, dan penelitian bahasa Arab di kalangan suku Badui Arabia, yang dipercayai masih memelihara tradisi berbahasa Arab yang paling dekat dengan bahasa Arab yang dipakai pada zaman Rasulullah Saw.
  4. Merujuk kitab-kitab tafsir klasik maupun modern yang sudah diakui: Al-Thabarî, Ibn Katsîr, Al-Zamakhsyarî, Al-Râzî, Al-Baghawî, Al-Baidhâwî, Muhammad ‘Abduh, dll.
  5. Menjadikan Al-Quran sebagai kumpulan Kalam Allah “yang hidup” dan masuk akal sehingga relevan dengan konteks kekinian.
  6. Lebih memungkinkan pemahaman atas ajaran Islam dan pembangunan peradaban Islam yang progresif dan terbuka, tetapi pada saat yang sama tetap autentik.
  7. Menyediakan rujuk silang antarayat Al-Quran yang satu tema (sesuai metode tafsîr Al-Qur’ân bi Al-Qur’ân: ayat Al-Quran ditafsirkan dengan ayat Al-Quran lainnya).
  8. Dilengkapi dengan Indeks Istilah dan Indeks Nama yang memudahkan pencarian kata dan topik tertentu.
  9. Sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa: Swedia, Turki, Jerman, dan telah membantu banyak orang di Barat maupun Timur untuk memahami ajaran Islam dengan lebih baik.

••••Penjelasan Lebih Lanjut••••


Sumber Rujukan Tafsir The Message of the Quran

Dalam rangka menampilkan dan menjelaskan pesan-pesan Al-Quran yang mengandung begitu banyak segi, Muhammad Asad menuliskan tafsir ringkasnya dalam bentuk catatan penjelasan yang diletakkan di bagian bawah setiap halaman, dalam catatan pembuka surah, dalam lampiran, maupun dalam bentuk sisipan pada teks terjemahan, atau dalam pilihan terjemahannya sendiri. Dalam tafsirnya, sebagaimana pengakuannya dalam Prakata, Asad “banyak mengambil bahan dari karya-karya para filolog Arab terkemuka dan para mufasir klasik … tanpa karya ulama-ulama besar masa lalu itu, tidak ada terjemahan Al-Quran pada masa modern—termasuk terjemahan saya—yang dapat dihasilkan dengan harapan akan berhasil …”.

Selain merujuk pada karya ulama klasik, Asad mengakui bahwa “pembaca akan menemukan di dalam catatan-catatan penjelas karya ini bahwa saya sering mengacu pada pandangan Muhammad ‘Abduh (1849-1905)”.

••••Penjelasan Lebih Lanjut••••


Galeri

  • Syaikh Abu Samh Imam Masjid Madinah
  • Sayyid Sanusi bersama pengikutnya
  • Pameran Mengenang Muhammad Asad di Malayasia
  • Asad & Agus Salim
  • Muhammad Asad


Tentang Terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia dan tentang Editor Ahli

The Message of the Quran adalah upaya sepanjang hayat yang dilakukan Muhammad Asad untuk menyampaikan pesan Al-Quran agar menjadi lebih mudah dipahami oleh publik Barat yang berbahasa Inggris—baik yang Muslim maupun non-Muslim. Demikianlah, terjemahan dan tafsir Al-Quran karya Muhammad Asad ini aslinya ditulis sang mufasir dalam bahasa Inggris. Sejak jilid pertamanya (Surah Al-Baqarah hingga Al-Taubah) terbit pertama kali pada 1964, lalu terbit utuh 30 Juz pada 1980, karya ini terus dicetak ulang dan disebarluaskan di dunia Barat yang berbahasa Inggris.

Selanjutnya, karena dianggap amat penting dan monumental, tafsir Muhammad Asad ini akhirnya diterjemahkan lagi ke dalam bahasa lain, seperti bahasa Swedia, Turki, Jerman, dan sekarang bahasa Indonesia. Proses penerjemahan The Message of the Quran ke dalam bahasa Indonesia ini, mengingat peliknya, dilakukan dengan amat saksama dalam tempo bertahun-tahun oleh tim penerjemah dan penyunting Penerbit Mizan. Lalu, untuk memastikan keakuratan hasilnya, terjemahan dan suntingan tim Penerbit Mizan ini diperiksa oleh seorang pakar tafsir yang berperan sebagai editor ahli: Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A., guru besar Ilmu Tafsir & Hadis sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung.

Prof. Dr. Afif Muhammad menempuh pendidikan dasar dan menengah di Pesantren Tambak Beras, Jombang, lalu melanjutkan ke UIN Bandung. Gelar S-2 dan S-3-nya diraih dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain mengajar di almamaternya, beliau merupakan penerjemah produktif yang telah menerjemahkan lebih dari 50 buku, dan menjadi editor ahli sejumlah buku yang diterbitkan Mizan.

Oleh karena itu, di halaman-halaman tertentu dalam edisi bahasa Indonesia The Message of the Quran ini, kita bisa membaca ulasan dan komentar singkat Prof. Dr. Afif Muhammad mengenai terjemahan dan tafsir kata-kata tertentu. Selain itu, beliau memberi ulasan yang amat kaya (sepanjang 21 halaman) mengenai tafsir Muhammad Asad ini dalam “Pengantar Editor Ahli” (di awal Jilid 1 tafsir ini).


Cuplikan Tafsir yang Menarik dalam The Message of the Quran

  1. Iman, Akal, dan Al-Ghaib

“Nalar (akal) adalah suatu sarana yang valid untuk mencapai keimanan.”

  1. Takwa

“Takwa adalah kesadaran akan kemahahadiran-Nya.”

  1. Sucikanlah Pakaianmu: Sucikanlah Hatimu

Tsiyâb (pakaian) sering digunakan untuk menunjuk pada apa yang ditutupi pakaian, yakni “badan”, “diri”, “hati”, atau bahkan “kondisi spiritual” atau “perilaku” seseorang.

  1. Kafir

Kafir = menutupi, menyembunyikan, mengingkari kebenaran

  1. “Wajah Tuhan”

“Wajah Tuhan” maksudnya Wujud Esensial-Nya.

  1. Tujuh Langit

“Langit” berarti “sistem kosmik”; “tujuh” berarti “beberapa” atau “banyak”.

  1. Agama Manusia: Kesatuan dalam Keragaman

“Al-Quran merupakan titik puncak semua wahyu dan memberikan jalan yang sempurna dan final untuk memenuhi kebutuhan spiritual manusia. Namun, uniknya, risalah Al-Quran ini tidak menghalangi semua penganut agama yang terdahulu untuk meraih rahmat Allah.”

  1. Perang dalam Islam

Satu-satunya alasan dibolehkannya perang dalam ajaran Islam adalah untuk membela diri.

  1. Bahagia Surga atau Derita Neraka: Takdir atau Kehendak-Bebas (Free Will)?

“Kebahagiaan di akhirat nanti juga merupakan konsekuensi logis dari perjuangan manusia untuk mencapai kesalehan dan pencerahan batin.”

  1. Nasikh dan Mansukh: Adakah Ayat Al-Quran yang Dibatalkan?

“Tidak ada satu pun hadis sahih yang menyatakan bahwa Nabi pernah menyebutkan suatu ayat Al-Quran ‘dibatalkan’ (mansukh).

••••Penjelasan Lebih Lanjut••••


Anatomi Layout

Jilid 1

View Fullscreen

Jilid 2

View Fullscreen

Jilid 3

View Fullscreen


 

Karya-Karya Muhammad Asad:

  1. Unromantisches Morgenland: Aus dem Tagebuch einer Reise, Frankfurt/Main: Verlag der Frankfurter Societäts-Druckerei (1924); bukunya yang pertama, ditulis dalam bahasa Jerman, tentang catatan perjalanannya di Timur Tengah sebagai koresponden Frankfurter Zeitung.
  2. Islam at the Crossroads, Delhi: Arafat Publications (1934). Bukunya yang kedua, ditulis dalam bahasa Inggris, berisi analisisnya mengenai kemunduran umat Islam dalam peradaban dunia dan langkah yang harus ditempuh demi kebangkitannya kembali. Edisi Indonesianya sudah lama diterbitkan Pustaka Salman ITB dengan judul Islam di Simpang Jalan.
  3. Shahîh Al-Bukhârî: The Early Years of Islam (1935-1938), annotated translation in 5 installments, Arafat Publications: Srinagar dan Lahore. Sebuah terjemahan dan komentar atas sebagian bab dalam kitab hadis Shahîh Al-Bukhârî: bab awal mula wahyu, kisah para sahabat, dan periode Madinah awal; belum tersedia edisi Indonesianya.
  4. Journal: “Arafat: A Monthly Critique of Muslim Thought” (1946-48). Sebuah jurnal pemikiran Islam, berbahasa Inggris, terbit hingga 10 edisi.
  5. The Road to Mecca (1954), New York: Simon and Schuster; London: Max Reinhardt. Sebuah autobiografi yang menjadi bestseller internasional, yang mengisahkan pengembaraan Asad dari Eropa ke Timur Tengah, pergaulannya dengan para raja, emir, ulama, dan pemimpin Muslim dari berbagai negeri, dan bagaimana akhirnya dia memeluk Islam. Buku ini menjadi jembatan yang luar biasa baik untuk memperkenalkan Islam ke publik internasional, khususnya pembaca Barat. Banyak yang terinspirasi karenanya, dan akhirnya memeluk Islam. Edisi Indonesianya sudah lama terbit oleh Penerbit Al-Ma’arif, Bandung, dalam ejaan Indonesia lama; lalu dalam edisi yang diperbarui oleh Penerbit Mizan, Bandung, dengan judul Jalan ke Makkah.
  6. Islam und Abendland. Begegnung zweier Welten (1960), Olten and Freiburg in Breisgau: Walter-Verlag. Sebuah buku dalam bahasa Jerman, tentang Islam dan Barat: bagaimana dua dunia ini bertemu.
  7. The Principles of State and Government in Islam (1961), Berkeley and Los Angeles: University of California Press. Buku berbahasa Inggris yang amat penting, yang berisi pandangan-pandangan Asad tentang prinsip-prinsip ketatanegaraan dan pemerintahan dalam Islam. Edisi Indonesianya sudah lama diterbitkan, masih dalam ejaan Indonesia lama.
  8. The Message of the Qur’ân, Translated and explained by Muhammad Asad (1980), Gibraltar: Dar Al-Andalus. Sebuah terjemahan dan tafsir Al-Quran berbahasa Inggris yang amat penting, dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
  9. This Law of Ours and Other Essays (1987), Gibraltar: Dar Al-Andalus. Berisi pandangan-pandangan Asad mengenai hukum Islam, syariat, fiqih, ijtihad, dan taklid. Di dalamnya juga terdapat kumpulan esai dengan berbagai topik: tentang agama, Tuhan, peradaban Barat-Islam, masalah Yerusalem-Israel-Palestina, hijrah, dan lain-lain.

3,281 kali dilihat, 30 kali dilihat hari ini