Mungkin Anda familiar dengan berita pengungsi etnis Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar. Anda juga mungkin sering mendengar berita tentang public figure yang mengunjungi kamp-kamp pengungsi Suriah seperti dilakukan Angelina Jolie pada awal tahun 2018 ini.

Siapakah orang-orang yang disebut pengungsi itu?

Konvensi PBB pada 1951 menyebutkan bahwa pengungsi atau refugee merupakan seseorang yang berada di luar negara mereka dan tidak dapat kembali ke negaranya karena adanya kekerasan dan penganiayaan. Seperti yang dirilis africanews [11-06-18], saat ini terdapat sekitar 22 juta pengungsi di dunia yang pergi dari negara asal mereka untuk menghindari konflik dan pelanggaran hak asasi.

Dalam sebuah video TedEd dijabarkan fakta-fakta tentang refugee, 3 hal ini membuat hati terenyuh:

  1. Setengah Pengungsi di Dunia adalah Anak-Anak.

Separuh dari seluruh pengungsi dunia adalah anak-anak dan kebanyakan dari mereka tidak didampingi oleh orang dewasa. Anak-anak ini juga terpaksa kehilangan pendidikan dan menghadapi ketidakpastian kapan mereka bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

  1. Pengungsi Harus Menempuh Jalur yang Sulit.

Seperti dilansir situs tempo.co [06-04-18] terdapat 5 orang pengungsi Rohingya yang diselamatkan nelayan asal Aceh setelah hampir tiga minggu terdampar di tengah laut lepas pantai Thailand. Para pengungsi tersebut tidak memiliki dokumen sah seperti visa untuk masuk ke negara lain sehingga terpaksa melewati jalur pengungsian yang berbahaya.

Kisah mengharukan anak pengungsi asal Suriah yang jasadnya ditemukan di pantai Laut Mediterania pada 2015 juga sempat menghebohkan masyarakat dunia. Anak tersebut meninggal dalam perjalanan laut menuju ke Eropa. Khaled Hosseini, penulis novel The Kite Runner dan And the Mountains Echoed akan segera merilis buku bertajuk Sea Prayer untuk mengenang kisah tersebut.

  1. Pengungsi Tinggal Bertahun-tahun di Kamp Pengungsian.

Perhentian pertama bagi para pengungsi adalah kamp pengungsian yang dimaksudkan untuk menjadi tempat tinggal sementara. Namun, rumit dan panjangnya proses bagi seorang pengungsi untuk memperoleh kewarganegaraan negara lain membuat banyak dari mereka tidak memiliki pilihan selain tetap berada di kamp selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Terutama jika mereka mendapatkan penolakan di berbagai negara.

***

Hari pengungsi sedunia (World Refugee Day) diperingati setiap 20 Juni. Peringatan ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat dunia untuk menunjukkan dukungan bagi para refugees. Anda bisa mengunjungi lama UN High Comission Refugee untuk ikut ambil bagian dan membantu para pengungsi di seluruh dunia.

[ Oleh : Fauziah Hafidha ]

Sumber Gambar :

brookings.edu
pbs.org/newshour
foreignpolicy.com

1,678 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Tag pada: